Tanda Datangnya Malam Lailatul Qodar di Bulan Ramadhan

Posted on

Malam Lailatul Qodar memiliki keutamaan sebagai malam yang lebih baik dari seribula bulan. Malam ini datangnya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan banyak umat muslim diseluruh dunia berburu untuk mendapatkan malam lailatul Qodar.

Hanya saja kita tidak tahu diantara 10 hari terakhir Ramadhan hari apa yang menjadi malam Lailatul Qodar, banyak umat muslim yang meningkatkan intensitas ibadahnya disepuluh hari terakhir dengan harapan bisa mendapatkan keberkahan dari malam seribu bulan.

Tanda datangnya Malam Lailatul Qodar di bulan Ramadhan
Tanda malam lailatul Qodar

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada umatnya untuk mencari malam Lailatul Qodar. Hal ini seperti diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan gambaran mengenai datangnya malam Lailatul Qodar yakni di malam ganjil di 10 hari terakhir bulan puasa Ramadhan.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)

Jika malam ganjil dihitung dari awal bulan masuk ke bulan Ramadhan maka malam-malam ganjil tersebut adalah di malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29.

لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى

“Bisa jadi lailatul qadar ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa, bisa juga pada tiga hari yang tersisa” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, jika bulan Ramadhan ternyata 30 hari, berarti malam ketiga puluh adalah malam yang menggenapi. Jika dihitung dari hari terakhir, malam ke-22 berarti sembilan hari yang tersisa. Malam ke-24 berarti tujuh hari yang tersisa. Inilah yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al Khudri dalam hadits shahih. Inilah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa memilah-milah hari ganjil dan genap.

Terlepas dari itu tentu jika kita tidak ingin melewatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan maka sebaiknya kita lebih mengintensifkan kegiatan ibadah kita di sepuluh hari terakhir bulan puasa Ramadhan.

Tanda-Tanda Datangnya Malam Lailatul Qodar

Setidaknya ada tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qodar yang bisa kita lihat sesuai dengan hadist Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya:

  1. Suasana Pagi Hari yang Tenang dengan Sinar Matahari Berwarna Putih

Suasana pagi harinya terasa tenang dan segar dengan sinar matahari yang menghangatkan. Hal ini sesuai hadist Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762).

Meski begitu dalil lain juga menyebutkan suasana dimana tidak panas namun juga dingin dan membuat nyaman, dan pagi harinya matahari bersinar tidak begitu cerah dan kemerah-merahan.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475).

  1. Bulan yang Terlihat Separuh

Bisa jadi pada malam Lailatul Qodar kita akan menyaksikan bulan yang terlihat seperti separuh.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”

  1. Datang Pada Malam Ganjil

Seperti dijelaskan diatas malam Lailatul Qodar datangnya pada malam-malam ganjil jika dihitung dari awal bulan Puasa Ramadhan maka malam penuh berkah ini berada di malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29.

Meski beberapa dalil menjelaskan mengenai tanda-tanda malam Lailatul Qodar namun sebaiknya kita tidak mencari-cari tanda-tanda tersebut. Nabi Mumammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak mencari tanda-tanda disetiap 10 hari terakhir Ramadhan melainkan lebih memperbanyak ibadah yang dilakukan.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).

Semoga kita termasuk hamba yang beruntung mendapatkan malam Lailatul Qodar, Amiin ya Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *