Tata Cara Panduan Zakat Fitrah, Berapa Besarnya dan Siapa yang Berhak Menerima

Posted on

Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada umat islam yang sudah dikatakan mampu. Kata mampu sendiri jika melihat kondisi saat ini maka hampir semua manusia bisa dikatakan mampu, bahkan kita terkadang bingung ingin menyalurkan zakat kepada siapa.

Zakat Fitrah sendiri akan dibayarkan sebelum hari Raya Idul Fitri yakni di bulan Ramadhan dan wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.

tata cara dan panduan zakat fitrah berapa besarnya dan siapa saja yang berhak mendapatkannya
Tata Cara Panduan Zakat Fitrah

Jika dimaknai maka zakat ini bisa disebut sebagai bentuk kepedulian umat islam kepada sesama dengan berbagi rejeki yang dimiliki. Maka dengan adanya Zakat Fitrah kita akan turut berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Ketentuan Zakat Fitrah

Dikutip dari Kompas.com, menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas (6/5/2021) besaran Zakat Fitrah sendiri adalah sebanyak 1 Sha atau jika dihitung dengan beras adalah sebanyak 2.5 Kg.

Dan jikalau ada kelebihan dari jumlah takaran tersebut maka kelebihannya termasuk kedalam sedekah. MasyaAllah maka jangan ragu untuk Berzakat sekalipun ada lebihnya sehingga kita akan mendapat dua pahala sekaligus.

Sementara panduan Zakat Fitrah cukup diniatkan saja untuk ber-zakat fitrah dan jika ada lebihnya maka otomatis kelebihannya akan menjadi sedekah.

Zakat Fitrah Bayi Baru Lahir dan Orang Sakit

Bayi yang baru kahir sebelum lebaran atau 1 Syawal maka di bayarkab zakatnya. Begitupun dengan orang yang sakit dan tidak mampu membayar zakat maka orang terdekat atau keluarganya yang mampu wajib membayarkan zakatnya.

Mampu dalam artian adalah orang yang memiliki banyak makanan pokok sementara yang tidak mampu yang berhak mendapatkan zakat disebut Mustahiq atau fakir miskin.

Menurut Badan Zakat Nasional (BAZNAS) golongan Mustahiq di Indonesia sendiri dikriteriakan sebagai orang yang memiliki penghasilan dibawah Rp.6 juta setiap bulannya yang disesuaikan dengan nisab emas.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Setidaknya ada 8 golongan yang berhak menerima Zakat Fitrah seperti dkutip dari laman Indonesiabaik.id, diantaranya:

  1. Orang Fakir adalah orang yang memiliki harta yang sedikit dan tidak memiliki penghasilan sehingga kebutuhan sehari-haripun terkadang sulit terpenuhi.
  2. Orang Miskin adalah orang yang memiliki harga yang sedikit juga memiliki penghasilan yang dibawah rata-rata yang hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.
  3. Amil Zakat adalah orang-orang yang mengurus proses zakat dari orang lain atau bisa disebut petugas zakat dari mulai penerimaan hingga penyaluran zakat.
  4. Mualaf adalah orang yang baru memeluk agama Islam dan berhak menerima zakat.
  5. Riqab atau Budak, jika jaman dahulu memang ada perbudakan namun saat ini perbudakan sudah tidak ada.
  6. Gharim adalah orang-orang yang memiliki utang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehar-hari maka golongan ini wajib menerima zakat.
  7. Fisabilillah adalah orang yang beraktifitas di jalan Allah seperti seorang pendakwah, guru madrasah, panti asuhan dan lain sebagainya.
  8. Ibnu Sabil atau Musafir adalah orang yang sedang dalam perjalanan jauh atau bisa juga orang yang tengah berada diperantauan seperti pelajar atau pekerja.

Nah itulah sekilas tentang panduan Zakat Fitrah dan berapa besarnya serta siapa saja yang berhak menerima Zakat tersebut. Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua, amiinn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *