Sayarat, Prosedur dan Biaya Pembuatan SIM Terbaru 2021

Posted on

Sayarat, Prosedur dan Biaya Pembuatan SIM Terbaru  – Undang-Undang (UU) No. 22 tahun 2009 pasal 77 ayat 1 menyebutkan setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor maka harus memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang disesuaikan dengan kendaraan yang digunakannya.

SIM sendiri merupakan identitas dan juga bukti registrasi yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia yang menyatakan siapapun yang memiliki SIM sudah memenuhi syarat untuk diperbolehkan mengendarai kendaraannya.

SIM sendiri dikelompokkan menjadi dua jenis yakni SIM UMUM dan SIM PERORANGAN, adapun SIM perorangan sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 pasal 80 terdapat beberapa jenis SIM diantaranya adalah SIM A, SIM B1, SIM B2, SIM C dan SIM D.

Prosedur syarat dan biaya pembuatan SIM terbaru
Syarat pembuatan SIM baru terbaru

Jenis-jenis SIM tersebut juga dikelompokkan sesuai dengan kendaraan yang digunakan. Seperti SIM A adalah khusus untuk kendaraan roda empat atau mobil dengan bobot maksimal 3.500kg. Ada juga SIM A Khusus yakni dikhususkan untuk kendaraan bermotor roda tiga namun bukan kendaraan sepeda motor meskipun dengan ada tambahan kereta dan roda di sampgnya.

Sementara untuk kendaraan bermotor seperti mobil dengan berat lebih dari 1000 kg maka diwajibkan memiliki SIM B1. Dan jika kendaraan mobil tersebut memiliki kereta tempelan atau gandengan maka wajib memiliki SIM B2.

SIM C adalah yang paling banyak dimiliki di Indonesia lantaran SIM C ini khusus bagi pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor dengan kecepatan laju lebih dari 40 km perjam. Sedangkan SIM D adalah surat ijin khusus bagi penyandang disabilitas.

Syarat Pembuatan SIM Secara Umum

Bagi sobat sekalian yang berencana membuat SIM untuk kendaraannya baik kendaraan motor maupun mobil maka ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi, berikut ini syarat-syaratnya serta prosedur dan biaya yang dibutuhkan.

1. Persyaratan Permohohan SIM Baru

  • Membuat permohonan pembuatan SIM baru secara tertulis yang bisa di unduh di laman korlantas.polri.go.id
  • Mampu menulis dan membaca
  • Mampu dan mengetahui teknik dasar berkendara serta paham akan perraturan lalu lintas
  • Batas usian minimal 16th untu SIM C, 17 tahun untuk SIM A dan 20 tahun untuk SIM B1 dan B2.
  • Memiliki kemampuan yang baik dalam mengemudikan kendaraan bermotor
  • Sehat jasmani maunpun rohani
  • Dan terakhir lulus semua test baik secara teori maupun praktek
  • Setelah semua persyaratan terpenuhi kemudian lengkapi berkas dengan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta KTP yang aslinya. Bawa juga surat keterangan sehat rohani maupun jasmani dari dokter.

2. Prosedur Pembuatan SIM Baru

Setidaknya ada lima tahapan dalam pemnuatan SIM baru yang harus dijalani, berikut ini langkah-langkahnya:

  • Tahap 1: Membayar biaya PNBP resi bank, melalui ATM, mini ATM, atau teller bank.
  • Tahap 2: Melanjutkan pendaftaran dengan mengisi formulir (berkas), foto dan sidik jari.
  • Tahap 3: Mengikuti test pengetahuan seperti perundang-undangan, keterampilan mengemudi, etika lalu lintas hingga kemampuan dasar mengendarai kendaraan bermotor. Jika tidak lulus dalam test ini maka bisa mengulangnya tuju hari setelahnya.
  • Tahap 4: Melaksanakan Ujian Praktek, jika tidak lulus maka bisa mengulang setelah 14 hari. Jika tahap 3 dan 4 tidak lulus dan tidak melakukan ujian ulangan dalam 30 hari maka pengajuan dianggap gugur dan harus daftar ulang dari awal.
  • Tahap 5: Jika semua persyaratan dan ujian sukses dijalani maka SIM akan di cetak namun sebelumnya harus proses tanda tangan terlebih dahulu. Setelah di cetak maka SIM akan langsung di serahkan ke pemohon.

Prosedur Pembuatan SIM C Baru

Jika sudah melengkapi persyaratan pembuatan SIM C seperti yang dijelaskan diatas, maka pemohon pembuatan SIM C harus mengikutu beberapa tahapan prosedur berikut ini diantaranya:

1. Gunakan pakaian yang rapi dan hindari pakaian berwarna biru untuk keperluan pengambilan gambar atau foto

2. Siapkan Pas Foto 3×4 dan foto copy KTP sebanyak 4 lembar, lebihkan untuk cadangan

3. Datang ke POLRES terdekat lebih awal untuk menghindari antrian

4. Pemeriksaan kesehatan di lokasi yang sudah ditentukan

5. Masukan semua berkas termasuk surat sehat dan simpan di map biru dan simpan di loket pendaftaran

6. Berkas kamu akan diperiksa oleh petugas, jika sudah lengkap maka akan diberikan formulir pembuatan SIM C yang harus kamu isi dengan benar

7. Membayar uang administrasi di loket

8. Selanjutnya kamu akan dipanggil ke ruangan test teori dan jika lulus akan dilanjutkan dengan ujian praktek dengan sistem e-Drive.

9. Jika dinyatakan lulus test maka kamu akan langsung melakukan proses identifikasi, foto dan tanda tangan yang kemudian SIM C kamu langsung di cetak.

Biaya Pembuatan SIM Baru

Pembuatan SIM baru bisa dikatakan tidaklah terlalu mahal asalkan sobat melakukan test dan ujian secara langsung, jangan menggunakan jasa calo karena akan dikenakan biaya lumayan mahal, berikut tarif pembuatan SIM baru:

Biaya Pembuatan SIM A

  • Biaya pembuatan SIM A Baru, Rp.120.000
  • Biaya perpanjang SIM A, Rp.80.000

Biaya Pembuatan SIM B1

  • Biaya pembuatan SIM B1 baru, Rp.120.000
  • Biaya perpanjangan SIM B1, Rp.80.000

Biaya Pembuatan SIM B2

  • Biaya pembuatan SIM B2 baru, Rp.120.000
  • Biaya perpanjangan SIM B2, Rp.80.000

Biaya Pembuatan SIM C

  • Biaya pembuatan SIM C baru, Rp.100.000
  • Biaya perpanjangan SIM C, Rp.75.000

Biaya Pembuatan SIM D

  • Biaya pembuatan SIM D baru, Rp.50.000
  • Biaya perpanjangan SIM D, Rp.30.000

Biaya Pembuatan SIM Internasional

  • Biaya pembuatan SIM Internasional baru, Rp.250.000
  • Biaya perpanjangan SIM Internasional, Rp.225.000

Penggolongan SIM C untuk Kendaraan Bermotor Roda Dua (Sepeda Motor)

Wacana pengelompokkan SIM C sudah sejak lama dimunculkan yakni sejak tahun 2016 lalu, namun rencana tersebut masih belum terwujud hingga saat ini. Pengelompokkan kendaraan bermotor roda dua atau sepeda motor nantinya akan disesuaikan dengan kapasitas mesin atau cc motor tersebut.

Nantinya SIM C akan digolongkan kedalam tiga kelompok sesuai cc kendaraan sehingga tidak semua pemegang SIM C bisa leluasa menggunakan kendaraan bermotornya karena harus sesuai dengan sepeda motor dan cc nya. Berikut ini tiga kelompok SIM C berdasarkan cc nya.

  • SIM C: Khusus kendaraan sepeda motor dengan mesin dibawah 250 cc
  • SIM C1: Khusus kendaraan sepeda motor dengan mesin antara 250cc-500cc
  • SIM C2: Khusus kendaraan sepeda motor dengan mesin diatas 500 cc

Sementara untuk pemilik SIM C2 tidak diwajibkan memiliki SIM C1 ataupun SIM C mengingat dirinya sudah melewati level dari setiap kategori cc atau SIM C.

Sementara bagi pemilik SIM C tidak bisa mengendarai SIM C1 maupun SIM C2 karena levelnya paling rendah. Jika ingin mengendarai sepeda motor dengan cc diatas 250cc maka SIM C nya harus di upgrade ke SIM C1 atau SIM C2.

Nantinya saat mengajukan SIM C baru atau upgrade maka pemohon akan menjalani serangkaian test drive langsung menggunakan motor sport berkapasitas CC 250 keatas dan wajib memiliki kemampuan mengendarai dan menjaga keseimbanga. Mampu melakukan manuver dengan baik dan melewati berbagai rintangan tanpa menempelkan kaki di permukaan tanah.

Nah itulah sepintas mengenai syarat, prosedur dan biaya pembuatan SIM Baru baik SIM A, SIM B, SIM C dan SIM D dengan berbagai jenisnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *