Gerakan Non Blok dan KTT ASEAN: Pengertian, Sejarah dan Hasil Konferensi

Gerakan Non-Blok bisa diartikan sebagai gerakan dari negara-negara yang tidak keberpihakan atau tidak tergabung dalam sebuah blok atau aliansi atau kekuatan besar manapun. Lantas apa tujuan dari gerakan Non-Blok ini?

gerakan non blok dan KTT ASEAN

Pengertian Gerakan Non Blok

Gerakan Non-Blok (GNB) pernah kita pelajari saat di bangku sekolah mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

Gerakan Non-Blog atau dalam bahasa Inggrisnya adalah Non-Aligned Movement/NAM) merupakan organisasi internasional yang diikuti oleh seratusan negara-negara di seluruh dunia yang menganggap dirinya tidak masuk atau bukan dari bagian aliansi (blok) kekuatan besar manapun.

Pada Deklarasi Havana tahun 1979 disebutkan tujuan dari Gerakan Non-Blok adalah sebagai berikut.

  1. Menjamin setiap negara yang tidak beraliansi atau Non-blok dalam hal kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial serta keamanan. Menentang segala bentuk penjajahan, kolonialisme, imperialisme, zionisme, apartheid, rasisme, dan segala bentuk blok politik manapun.
  2. Organisasi Gerakan Non-Blok sebagai wadah dari negara-negara berkembang yang sedang berjuang
  3. Sebagai bentuk mengurangi ketegangan yang tengah terjadi di dunia yang ditimbulkan oleh Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpun oleh Uni Soviet.
  4. Menentang setiap penyelesaian sengketa dengan peperangan. Dituangkan dalam hasil konferensi Tingkat Tinggi Non-Blok (KTT-Non-Blok) yang dihadiri oleh banyak negara termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.

Negara-negara yang cukup penting di gerakan Non-Blok ini diantaranya adalah Indonesia, Mesir, Yugoslavia, India, Malaysia, Iran, Kolombia, Pakistan, Afrika Selatan, Kuba, Republik Rakyat China.

Meski banyak negara yang tergabung dalam organisasi Non-Blok namun kenyataannya ada beberapa negara yang memiliki kedekatan dengan kekuatan atau aliansi besar karena kepentingan ternetu.

Sebut saja saat perang dingin ternyata Kuba memiliki hubungan erat dengan Uni Soviet atau India seolah bergabung dengan Uni Soviet untuk menghadapi kekuatan Tiongkok.

Bukan hanya itu, ada beberapa negara Non-Blok justru saling “baku hantam” dengan anggota Non-Blok lainnya, sebut saja perrang India melawan Pakistan atau Irak saat menginvasi Iran.

Gerakan Non-Blok sendiri sempat pecah tahun 1979 saat Uni Soviet menggempur Afghanistan. Sementara banyak negara Non-Blok yang berbasis muslim tentu tidak mendukung langkah Uni Soviet tersebut.

Sejarah Gerakan Non-Blok

Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru disebut sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan kata Non-Blok. Hal ini diungkapkannya dalam pidatonya pada tahun 1954 di Colombo, Sri Lanka. Dalam pidatonya dia menyebutkan lima pilar Panchsheel atau lima pengendali sebagai prinsip dasar yang kemudian diadopsi oleh Gerakan Non-Blok. Lima prinsip dasar tersebut diantaranya adalah:

  1. Saling Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial
  2. Perjanjian Non-Agresi
  3. Tidak ikut campur dengan urusan dalam negeri negara lain
  4. Kesetaraan bersama
  5. Saling menjaga perdamaian dunia

Awal mula gerakan Non-Blok lahir di Bandung, Jawa Barat, Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika pada tahun 1955. Ada lima pemimpin dunia yang mendeklarasikan gerakan ini diantaranya adalah Presiden Soekarno (Indonesia), Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir), Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru (India) dan Presiden Kwame Nkrumah (Ghana).

Mereka mendeklarasikan gerakan Non-Blok untuk tidak terpengaruh dan berpihak pada konfrontasi yang terjadi antara Blok Barat dan Blok Timur.

Pada tahun 1960, Organisasi Gerakan Non-Blok mulai kehilangan kredibilitasnya mengingat beberapa negara justru menunjukkan keberpihakkannya ke salah satu blok terutama blok Timur yang di inisiasi olej Uni Soviet.

Sebut saja Kuba yang menyatakan diri mendukung Uni Soviet, sementara Kuba adalah bagian dari negara Non-Blok. Perpecahan gerakan Non-Blok mulai terjadi tahun 1979 saat penyerangan Uni Soviet ke Afghanistan.

Konferensi Tingkat Tinggi Non-Blok

KTT-Non-Blok atau Konferensi Tingkat Tinggi Non-Blok adalah konferensi yang dilakukan pemimpin-pemimpin dunia yang tergabung dalam gerakan Non-Blok yang tidak beraliansi dengan kelompok manapun atau blok manapun seperti Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Soviet).

1. KTT Non-Blok Ke-1

Konferensi pertama gerakan Non-Blok dilakukan di Beograd pada tahun 1961 untuk menunjukkan sikap politik bersama yang melahirkan pernyataan sikap bersama:

“politik berdasarkan hidup berdampingan secara damai, blok bebas, bukan anggota aliansi militer dan impian aspirasi menghilangkan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya”.

Konferensi ini dianggap sebagai kelanjutkan dari KTT Asia Afrika pada tahun 1955 di Bandung.

Konferensi ini diikuti oleh 25 negara diantaranya adalah 8 negara dari Asia, 9 negara dari Afrika, 1 negara dari Eropa yakni Yugoslavia, Kuba dari Amerika Latin serta 6 negara dari Arab.

Konferensi ini semakin mendorong negara-negara Non-blok terutama Presiden Tito untuk keluar dari isolasi kedua blok dan membentuk tatanan dunia ketiga.

Nehru, Nasser dan Tito menjadi tiga pemimpin dunia di gerakan Non-Blok yang vokal terhadap diskriminasi rasial.

2. KTT Non-Blok Ke-2

48 Negara dan 10 negara sebagai pengamat resmi yang sebagian besar berasal dari Amerika Latin mengikuti Konferensi kedua yang berlangsung di Kairo pada tahun 1964.

Pada Konferensi ini terlihat jelas konflik antar kelompok yakni kelompok moderat Nehru dan kelompok radikal Sukarno dan Kwame Nkrumah.

3. KTT Non-Blok Ke-3

Jumlah yang mengikuti konferensi KTT-Nonblok ke tiga semakin banyak yakni mencapai 54 negara dengan 9 negara pengamat. Konferensi ini dilangsungkan di Lukasa, Zambia.

Di Konferensi ini, Presiden Zambia Kenneth Kaunda membahas mengenai rasisme kulit putih di Afrika Selatan serta sengketa rezim minoritas. Juga Gerakan Non-Blok memperkuat sikap sebagai gerakan yang tidak bepihak ke aliansi manapun sesuai dengan Prinsip non-blok yang sudah dirumuskan di Kairo dan Beogard resolusi.

4. KTT Non-Blok Ke-4

75 Negara mengikuti Konferensi Gerakan Non-Blok pada September 1973 di Aljazair. Kamboja mengirimkan Pangeran Sihanouk sebagai wakil dari kerajaan.

Tema yang dibahas mengenai negara-negara miskin, juga merumuskan program nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing.

5. KTT Non-Blok Ke-5

KTT gerakan Non-Blok ke lima dilangsungkan di Kolombo, Sri Langka pada Agustus 1976 menghasilkan Deklarasi bersama yang disebut Deklarasi perjuangan unruk memperkuat negara-negara Non-Blok.

6. KTT Non-Blok Ke-6

Sebanyak 94 negara, 20 negara pengamat dan 18 organisasi internasional ikut serta dalam Konferensi Gerakan Non-Blok ke 6 yang berlangsung di Havana, ibukota Kuba pada September 1979.

Meski dalam suasana konflik antara kelompok moderat dan radikal, KTT Non-Blok ke 6 ini berhasil merumuskan resolusi untuk memperkuat prinsip gerakan Non-Blok.

Selain itu juga deklarasi Ekonomi negara non-blok yang selama ini mereka anggap kekayaan ekonomi masih dikuasai oleh nagara-negara asing.

7. KTT Non-Blok Ke-7

KTT Non-Blok ke-7 yang sedianya dilangsungkan di Baghdad, Irak pada September 1982 harus dibatalkan karena konflik bersenjata antara Irak dan Iran sehingga KTT ke-7 ini dialihkan ke Delhi, India.

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN

Negara-negara yaang berada di kawasan Asia Tenggara tergabung dalam organisasi ASEAN (Association Of Southeast Asian Nations). Pertemuan puncak pemimpin-peminpin ASEAN yang membahas mengenai kerjasama pembangunan ekonomi dan budaya disebut sebagai Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT ASEAN).

Dibentuklan 11 Komite penting sebagai bentuk kerjasama antar negara ASEAN, diantaranya adalah komite keuangan, pariwisata, pertanian, media massa dan lain sebagainya.

Selain 11 komite tersebut juga dibentuk komite Ad-Hoc (Working Paniti) yang bertuga menjalin dan meningkatkan kerjasama ASEAN dengan negara-negara lain di luar ASEAN seperti Australia, Selandia Baru, Kanada dan negara lainnya. Juga menjalin kerjasama perdagangan dengan EEC (European Economic Community).

Hasil Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (RESMI)

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT-AEAN) sudah dilakukan beberapa kali dan menghasilkan beberapa hasil KTT diantaranya adalah sebagai berikut:

1. KTT-ASEAN ke-1

  • Deklarasi Kerukunan ASEAN, Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC)
  • Membentuk Sekretariat ASEAN

2. KTT-ASEAN ke-2

  • Deklarasi Bali Concord 1

3. KTT-ASEAN ke-3

  • Pengesahan prisip dasar ASEAN.
  • Meningkatkan kerjasana negara ASEAN dalam segala bidang, serta solidaritas bersama
  • Melibatkan masyarakat di negara-negara anggota ASEAN dengan memperbesar peranan swasta dalam kerjasama ASEAN.
  • Meningkatkan kerjasama negara ASEAN dalam menjaga keamanan stabilitas serta pertumbuhan kawasan ASEAN

4. KTT-ASEAN ke-4

  • Pembentukkan Dewan ASEAN Free Trade Area (AFTA) sebagai pengawas dan juga melaksanakan koordinasi
  • Menilai pelaksanaan Skema Tarif Preferensi Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff/CEPT) untuk menuju Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN.

5. KTT-ASEAN ke-5

  • Pembicaraan anggota baru yakni Kamboja, Laos dan Vietnam untuk memperkuat identitas ASEAN

6. KTT-ASEAN ke-6

  • Penetapan Statement of Bold Measures oleh pemimpin ASEAN sebagai komitmen terhadap AFTA
  • Mempercepat AFTA dari 2002 ke 2003 serta persetujuan skema CEPT oleh enam negara yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.

7. KTT-ASEAN ke-7

  • Deklarasi HIV/AIDS
  • Deklarasi terorisme sebagai bentuk respon terhadap serangan WTC di Ameria Serikat

8. KTT-ASEAN ke-8

  • Memperkuat deklarasi terorisme serta cara penanggulangannya
  • ASEAN Tourism Agreement.

9. KTT-ASEAN ke-9

  • Tiga konsep Komunitas ASEAN dalam Bali Concord II yakni Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASSC).

10. KTT-ASEAN ke-10

  • Vientiane Action Program, mempersempit kesenjangan antar negara ASEAN serta meningkatkan kerjasama ASEAN dengan masyarakat luar pada tahun 2020.

11. KTT-ASEAN ke-11

  • Memorandum of understanding (MoU) pendirian ASEAN-Korea Center sebagai bentuk kerjasama di bidang jasa dengan Korea Selatan. Juga Deklarasi Singapura sebagai dokumen dari KTT-Asia Timur yang berisikan tentang Perubahan Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup.

12. KTT-ASEAN ke-12

  • Pembahasan keamanan kawasan di ASEAN, membahas mengenai Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), keamanan energi Asia Tenggara, pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS serta masalah nuklir Semenanjung Korea.

13. KTT-ASEAN ke-13

  • Kesepakatan ASEAN Center adalah bentuk peningkatan kerjasama ekonomi antara ASEAN dengan Korea Center.

14. KTT-ASEAN ke-14

  • Kerjasama kawasan perdagangan bebas anatara ASEAN dengan Australia dan Selandia Baru.

Hasil Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (TIDAK RESMI)

Adapun KTT-ASEAN tidak resmi juga menghasilkan beberapa kesepakatan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. KTT-ASEAN Tidak Resmi ke-1

  • Kamboja, Laos, dan Myanmar secara bersamaan diputuskan sebagai anggota ASEAN

2. KTT-ASEAN Tidak Resmi ke-2

  • Kesepakatan bersama prihal Visi ASEAN 2020 untuk menyongsong abad ke-21, tujuan bersama dalam hal politik, ekonomi, sosial dan budaya.

3. KTT-ASEAN Tidak Resmi ke-3

  • Memperkuat kerjasama dibidang ekonomi, sosial, politik dan keamanan. Melanjutkan reformasi struktural untuk meningkatkan ekonomi kawasan.

4. KTT-ASEAN Tidak Resmi ke-4

  • Kesepakan dalam pembangunan kereta api cepat yang menghubungkan atar kawasan mulai dari Singapura hingga Cina bahkan Eropa untuk meningkatkan pariwisata ASEAN.

5. KTT- Luar Biasa ASEAN Tahun 2005, Jakarta

  • Membahas dan merumuskan serta solusi tentang penangulangan bencana Tsunami dan Gempa.

Demikian artikel kami mengenai gerakan Non-Blok dan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan kita akan sejarah masa lalu.

Baca Juga:

Benua Terluas
Gurun Australia
Sejarah Bola Voli

About Adreena

Seorang gadis yang suka traveling dan makan

Check Also

apa yang dimaksud dataran tinggi

Apa yang Dimaksud Dataran Tinggi, Gunung, Danau, Lembah dan Sungai

Apa yang dimaksud dataran tinggi? Kira-kira menurut sobat jawabannya apa? Apakah dataran yang ada di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *